Showing posts with label IPTEK. Show all posts
Showing posts with label IPTEK. Show all posts

Robot

Monday, March 23, 2009

Robotika adalah ilmu dan teknologi yang meliputi desain, manufaktur dan aplikasi. Robotika memerlukan pengetahuan elektronik, mekanik, dan perangkat lunak. Seseorang yang bekerja di industri robot adalah roboticist. Perkataan robot diperkenalkan oleh penulis Ceko Karel Capek saat mempublikasikan RUR (Rossum's Universal Robots) (1920). Sedangkan kata robotics pertama kali digunakan dalam cetak oleh Isaac Asimov, dalam cerita pendek sains fiksi "Runaround" (1941).

J adalah sebuah robot elektro-mekanik atau bio-mekanis yang dapat melakukan tugas-tugas mandiri atau preprogrammed. Robot ini digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang berbahaya atau terlalu sulit bagi manusia, seperti limbah radioaktif. Atau dapat digunakan sebagai mesin otomatis yg membutuhkan tugas-tugas yang harus dilakukan dengan presisi yg tidak dapat dilakukan oleh manusia, seperti produksi mobil.

Kata robot digunakan untuk merujuk kepada berbagai macam mesin, dengan fitur yang umum adalah bahwa mereka semua mampu bergerak dan dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas fisik. Robot diciptakan dalam berbagai bentuk, mulai dari humanoid, yang meniru bentuk manusia dan cara bergerak, untuk industri, yang tampilannya disesuaikan dengan fungsi yang mereka lakukan. Robot umumnya dapat dikelompokkan sebagai Mobile Robot, Robot Manipulator (misalnya robot industri) dan Reconfigurable Robot, yang bisa memenuhi diri untuk tugasnya. Robot dapat dikontrol langsung oleh manusia, seperti kontrol bom jarak jauh, pemusnahan senjata, atau bertindak sesuai dengan kemampuan pengambilan keputusan sendiri, yang lengkapi dengan kemampuan intelijen. Namun, sebagian besar robot saat ini luar biasa karena telah dikontrol oleh pre-program komputer.

Sumber : Wikipedia



Dampak Pemanasan Global

Saturday, March 14, 2009

Kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global kini telah menunjukkan dampak nyata, yaitu terendamnya sejumlah pantai di berbagai wilayah Indonesia. Pantai yang tenggelam itu terutama yang berada di Paparan Sunda dan Paparan Sahul. Daerah tersebut merupakan dataran rendah.

Deputi Sumber Dasar Sumber Daya Alam Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
(Bakosurtanal) Aris Poniman, Minggu (23/3) di Jakarta, menjelaskan, daerah Paparan Sunda meliputi pantai timur Pulau Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan serta pantai utara Pulau Jawa. Adapun Paparan Sahul berada di sekitar wilayah Papua.
Selain terendamnya wilayah di pulau-pulau besar itu, kenaikan muka laut akan lebih terasa dampaknya di pulau-pulau kecil. Bahkan tidak sedikit pulau-pulau kecil yang terancam lenyap dari permukaan laut. Keterangan Aris didasari pemantauan pasang surut yang dilakukan Bakosurtanal di berbagai wilayah pantai Nusantara, sejak 30 tahun terakhir.
Pemantauan wilayah yang tenggelam akibat pemanasan global ini perlu dilengkapi dengan peta skala besar, yaitu 1:5.000 dan 1:1.000. Saat ini baru tiga kota besar, yaitu Jakarta, Semarang, dan Makassar, yang telah memiliki peta tersebut. Peta ini, lanjut Aris, disusun oleh peneliti Jepang, Kobayashi, melalui kerja sama antara Bakosurtanal dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada peta tampak detail wilayah pantai yang terbenam di tiga kota tersebut. Menurut dia, dengan adanya kesepakatan instansi terkait mengenai Rencana Aksi Nasional Menghadapi Perubahan Iklim (Ranmapi) pada Desember 2007, pembuatan peta genangan ini perlu menjadi prioritas. Dengan demikian, setiap daerah dapat melakukan langkah antisipasi dan adaptasi pada wilayah yang bakal tergenang dalam 5 hingga 20 tahun mendatang. Ranmapi juga perlu ditindaklanjuti oleh semua pemangku kepentingan.

Masalah tersebut juga dibahas dalam Bali Scientific Meeting, yang diselenggarakan Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia di Balai Observasi dan Riset Kelautan Departemen Kelautan dan Perikanan, pekan lalu. Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Indroyono Susilo menambahkan, dampak pemanasan global yang terekam pada data spasial dan pengindraan jauh tersebut telah menjadi materi untuk pengambilan kebijakan di setiap instansi terkait dalam waktu mendatang. Pembuatan peta skala besar, lanjut Aris, saat ini baru dilaksanakan untuk wilayah barat Sumatera, selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Hal ini terkait dengan pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami, yang melibatkan instansi terkait secara terpadu. Sementara itu, untuk wilayah timur Sumatera dan utara Jawa serta wilayah yang rawan genangan air laut akibat pemanasan global peta yang ada masih berskala kecil, sekitar 1:25.000.
(Sumber: Kompas Cetak, 24 Maret 2008)



Asteroid

Wednesday, March 11, 2009

Tahun 2029 akan menjadi tahun yang paling mendebarkan bagi umat manusia di bumi, khususnya para pakar antariksa. Ketika saat itu tiba, asteroid raksasa yang bernama Apophis diperkirakan akan melintasi bumi pada jarak yang sangat dekat : 32.000 Km.

Jika kekuatan gravitasi bumi 'mengundang' sang asteroid, maka bencana besar pun diramalkan bakal terjadi. Betapa tidak, hantaman Apophis akan menghancurkan permukaan bumi dengan luas sebesar negara inggris. Bisa dibayangkan betapa luluh lantaknya bumi ketika bencana itu terjadi.

Ancaman ini tentu saja meninggalkan pekerjaan rumah bagi para pakar. Para ilmuwan AS kini memantau dengan seksama pergerakan Apophis. Gerak cepat pun kini mulai dilakukan. Empat seminar yang akan dimulai pada akhir tahun 2007 nanti akan menjadi titik awal dari tindakan yang akan dilakukan umat manusia di bumi. Jika rancangan keputusan sudah dihasilkan maka akan diajukan kepada PBB pada tahun 2009 untuk direalisasikan.

Para pakar kini sibuk merancang teknologi tercanggih untuk menghalau asteroid. Ilmuwan kini membuat sebuat pesawat antariksa yang berfungsi layaknya 'traktor'. Pesawat tsb dapat dimanfaatkan untuk menyeret sebuah asteroid keluar dari lintasannya sebelum menghantam bumi.

Astronot dari Lembaga antariksa AS (NASA), Edward Lu, mengatakan bahwa selama ini 'gaya hollywood' memang menjadi pilihan mereka untuk mengatasi ancaman asteroid. Salah satunya dengan meledakan bom nuklir di angkasa luar (ingat film "Armagedon" yg dibintangi Bruce Willis?) untuk menghancurkan asteroid yang akan menabrak bumi. Namun demikian, ia mengatakan "sesungguhnya anda tidak akan tahu apa yang akan ditimbulkan dari tindakan itu. Apa yang terjadi bisa saja berakibat sesuatu yang lebih buruk dari perkiraan kita," paparnya.

Menurut Lu, cara yang dianggap terbaik sejauh ini adalah dengan menempatkan pesawat antariksa berupa 'traktor' kecil untuk menghalaunya. Ukuran traktor tsb kurang lebih sama dengan pesawat Apollo. Pesawat tsb akan ditempatkan mengambang, didepan atau dibelakang asteroid dengan tujuan menyeret asteroid itu dari lintasannya dengan gaya berat.

Russel Schweickart, ketua umum Assosiaciton of Space Explorers menyatakan harus ada suatu prosedur yang diakui secara internasional untuk menghadapi ancama asteroid. "Kita paham bagaimana mengidentifikasikan asteroid. Kita juga tahu bagaimana mengahalaunya. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang akan memikul tanggung jawab untuk menghadapinya. Kemudian, siapa yang berhak mengambil posisi sebagai pemegang keputusan?", katanya.

Menurut Russel, yang akan menjadi pertanyaan lagi adalah bagian mana dari bumi yang kemungkinan akan dihantam oleh asteroid. "Kita harus mampu menentukan ke arah mana asteroid itu ketika masih berada pada lintasannya. Jika kita menunggu hingga titik jatuhnya asteroid maka akan sangat terlambat karena kita hanya akan sekedar menyaksikan asteroid sukses menghantam bumi," ujarnya.

Karena itulah Russel mengingatkan para ilmuwan untuk sedini mungkin bisa memetakan arah asteroid. Berkaitan dengan itulah, kelompok kerja yang terdiri atas ilmuwan, diplomat dan pakar hukum internasional akan mengupayakan rancangan kesepakatan mengenai tindakan yang kelak akan dilakukan. Dua tahun kedepan, rancangan ini akan dibawa ke PBB untuk dipertimbangkan.

Bagi masyarakat dunia umumnya, mari perbanyak doa karena kekuatan spiritual doa Insya Allah mampu menyelamatkan bumi dari ancaman namun selain dari doa, kita juga wajib menjaga bumi dari kerusakan akibat keserakahan manusia. Bukankah dalam Al Quran, Allah seringkali mengingatkan manusia agar tidak merusak bumi? jika ini tidak segera dihentikan, maka teknologi canggih apapun tidak akan mampu menghalau azab dari Tuhan Semesta Alam.

 
 
 

Link Exchange Code

Powered by FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Photobucket
CopyPaste script
dibawah ini ke blog
sobat. Saya akan
LinkBack kembali.

 
Copyright © Jalan Setapak