Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Perubahan Iklim

Saturday, April 17, 2010

Abatement
Merujuk ke pengurangan derajat atau intensitas emisi gas rumah kaca.

Adaptation, Adaptasi
Penyesuaian dalam sistem alam atau sistem buatan manusia untuk menjawab rangsangan secara iklim atau pengaruhnya yang mengontrol bahaya yang ditimbulkan atau memberikan kesempatan yang menguntungkan.

Aforestation, Aforestasi
Penanaman hutan baru pada lahan-lahan yang secara historis bukan merupakan hutan.

Anthropogenic Greenhouse Emissions
Emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia.

Baseline
Emisi gas rumah kaca yang akan terjadi tanpa adanya intervensi kebijakan atau kegiatan proyek.

Biomass Fuels, Biofuels, Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Bahan bakar yang diproduksi dari bahan organik kering atau minyak bakar yang dihasilkan oleh tumbuhan. Bahan bakar ini diyakini dapat diperbaharui, seperti misalnya kayu bakar, alkohol hasil fermentasi dari gula dan minyak bakar yang dihasilkan dari sari kacang kedele. Kegunaannya dalam menggantikan bahan bakar fosil adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bunker Fuels
Istilah yang digunakan merujuk ke bahan bakar yang dikonsumsi oleh transportasi laut dan udara internasional.

Carbon Market, Pasar Karbon
Suatu negara dapat membeli atau menjual unit emisi gas rumah kaca dalam usaha untuk memenuhi batas emisi nasionalnya, baik di bawah Protokol Kyoto atau di bawah kesepakatan lain. Istilah ini berasal dari fakta bahwa karbondioksida adalah gas yang dominan dan gas lainnya diukur dengan unit yang disebut 'setara karbon-dioksida'. Istilah ini menyesatkan bagi sistem perdagangan dunia.

CC:TRAIN
Metodologi pelatihan untuk menilai kerentanan terhadap perubahan iklim.

Climate Change, Perubahan Iklim
Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik langsung maupun tidak langsung yang mengubah komposisi atmosfer global.

Carbon Dioxide, Karbondioksida, CO2
Karbon dioksida, salah satu dari gas rumah kaca (GRK) yang utama dan dijadikan referensi GRK yang lain dalam menentukan Indek GWP-nya=1. GRK ini banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, biomassa dan alih fungsi lahan.

Carbon Dioxide Equivalent, CO E
Unit universal pengukuran yang digunakan untuk mengindikasikan potensi pemanasan global dari masing-masing enam gas rumah kaca. Karbon dioksida (gas yang terjadi secara alamiah yang merupakan hasil sampingan pembakaran bahan baker fosil dan biomassa), perubahan penggunaan lahan dan proses industri lainnya, merupakan referensi bagi pengukuran gas-gas lainnya.

Carbon Sequestration
Proses memindahkan karbon dari atmosir dan menyimpannya dalam reservoir.

Deforestation, Deforestasi
Konversi hutan menjadi bukan hutan, secara permanen.

Emission Reduction Unit, ERU, Unit Pengurangan Emisi
Unit dalam Protokol Kyoto yang setara dengan 1 metric ton CO2. Unit pengurangan emisi (ERU) didapatkan dari pengurangan emisi atau penghilangan emisi dari proyek Joint Implementation.

Fugitive Fuel Emissions
Emisi gas rumah kaca sebagai produk sampingan, limbah atau sisa proses produksi, penyimpanan, atau pengangkutan bahan bakar, seperti gas metan yang menguap selama proses pengeboran atau penyaringan minyak dan gas, atau kebocoran gas alam dari jalur pipa.

Global Climate Observing System, GCOS
Sistem Pengamatan Iklim Global.

Global Warming Potential, GWP
Indeks yang menunjukkan pengaruh kombinasi pada waktu yang berbeda dan efektifitas relatifnya dalam menyerap radiasi sinar infra merah yang ke luar.

Global Ocean Observing System, GOOS
Sistem Pengamatan Lautan Global

Greenhouse Gases, GHGs, Efek Rumah Kaca
Gas-gas di atmosfer yang bertanggung jawab sebagai penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Gas-gass rumah kaca yang utama adalah Karbondioksid (CO2), Metan (CH4) dan Nitrogen oksida (N20). Gas-gas rumah kaca yang kurang umum tetapi sangat kuat adalah hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCts) and sulphur hexaluoride (SF6).

Hot Air
Merujuk kekhawatiran bahwa beberapa pemerintahan akan mampu memenuhi target emisi gas rumah kaca di bawah Protokol Kyoto dengan usaha minimal dan dapat membanjiri pasar dengan kredit emisi, mengurangi insentif bagi negara lain untuk memotong emisi domestik mereka sendiri

Land-Use Land-Use-Change and Forestry, LULUCF
Sektor inventarisasi gas rumah kaca yang meliputi emisi dan pemindahan gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas pemanfaatan lahan secara langsung oleh manusia, perubahan lahan dan kehutanan.

Leakage, Kebocoran
Bagian dari pengurangan gas rumah kaca oleh negara berkembang. Negara yang mencoba memenuhi batas wajib di bawah Protokol Kyoto yang mungkin timbul kembali di negara lain yang tidak terikat oleh batas tersebut. Misalnya perusahaan multinasional mungkin memindahkan pabriknya dari negara maju ke negara berkembang untuk menghindari pembatasan emisi.

Mitigation
Dalam konteks perubahan iklim, Mitigasi adalah intervensi manusia untuk mengurangi sumber atau meningkatkan Sink gas rumah kaca. Contohnya adalah menggunakan bahan bakar fosil secara lebih eisien untuk proses industri atau pembangkit tenaga listrik agar beralih ke energi matahari atau angin, meningkatkan insulasi pada bangunan, dan membangun hutan dan sink lainnya untuk mengurangi lebih banyak lagi karbondioksida dari atmosfer.

No-Regrets Options
Teknologi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dimana manfaat lainnya (dalam bentuk efisiensi atau pengurangan biaya) sedemikian ekstensif sehingga investasi sangat masuk akal untuk alasan tersebut. Misalnya, combined-cycle gas turbines, dimana panas dari bahan bakar yang terbakar menggerakkan turbin uap sedangkan ekspansi termal dari gas yang terbuang menggerakkan turbin gas dapat memperbesar efisiensi mesin generator listrik sampai dengan 70%.

Reforestation
Penanaman kembali lahan hutan tetapi kemudian hutan tersebut dikonversi dengan fungsi lain. Menurut Marrakech Accord (2001), untuk komitmen periode pertama kegiatan penanaman kembali ini dilakukan pada hutan yang telah rusak sebelum 31 Desember 1989.

Reservoirs
Komponen yang menyimpan gas atau cikal bakal rumah kaca dalam sistem iklim. Pohon merupakan reservoir bagi karbondioksida.

Sequestration
'Penangkapan' karbondioksida guna menghindari lepas ke atmosfer dlm suatu jangka waktu tertentu.

Sink
Proses, aktivitas atau mekanisme yang menghilangkan gas rumah kaca, aerosol atau cikal bakal gas rumah kaca dari atmosfer. Hutan dan vegetasi lainnya dianggap sebagai sinks karena memindahkan karbon dioksida melalui fotosintesa.

Spill-Over Efects
Gema di negara-negara berkembang karena tindakan negara-negara maju untuk memotong emisi gas rumah kaca. Misalnya, pengurangan emisi di negara-negara maju dapat menurunkan permintaan akan minyak sehingga harga minyak internasional naik. Perkiraan saat ini adalah bahwa implementasi penuh Protokol Kyoto mungkin menyebabkan pengurangan emisi di negara maju sebesar 5 sampai dengan 20%.

United Nations Environment Programme, UNEP
Program Lingkungan PBB. UNEP dibentuk pada 1972 untuk memimpin dan mengkoordinasikan pekerjaan PBB terkait lingkungan.

Technology Transfer, Transfer Teknologi
Rangkaian proses yang meliputi alur pengetahuan, pengalaman dan peralatan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim diantara berbagai pihak yang berkepentingan.

Third Assessment Report, TAR
Review menyeluruh terkait penelitian ilmiah global ketiga tentang perubahan iklim. Diterbitkan oleh IPCC pada 2001. Laporan ini diantaranya menyatakan bahwa “sistem iklim bumi telah menunjukkan perubahan, baik dalam skala global maupun regional sejak era pra-industri dimana sebagian perubahan ini karena kegiatan manusia". Terdapat bukti baru yang lebih kuat bahwa pemanasan yang diamati selama 50 tahun terakhir adalah karena kegaiatan/aktivitas manusia. TAR juga fokusus pada pengaruh regional perubahan iklim.

United Nations Environment Programme, UNEP
Program Lingkungan PBB. UNEP dibentuk pada 1972 untuk memimpin dan mengkoordinasikan tugas PBB terkait lingkungan.

Vulnerability, Kerentanan
Suatu derajat dimana sebuah sistem sensitif terhadap pengaruh buruk perubahan iklim, termasuk variabilitas iklim dan iklim ekstrim. Vulnerability/kerentanan merupakan fungsi dari sifat, skala, derajat dan tingkat variasi iklim serta kemampuan adaptasinya.

Sumber: 1. Glossary of Terms for Negotiators of Multilateral Environmental Agreements
2. United Nations Environmental Programme.
3. Climate Change Glossary (http://www.climatechange. ca.gov/glossary)

Lingkungan

Saturday, March 14, 2009

Berikut adalah singkatan2 yang berkaitan dgn lingkungan.
Untuk men-download, klik disini. Atau klik tab "Download" di akhir artikel.


AQMS
Air Quality Monitoring System
AAS Spektrometer Serapan Atom
AATHP Agreement Transboundary Haze Pollution
AFP Asian Forest Partner
Amdal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
API Air Pollutant Index
APLI Asosiasi Pengolah Limbah Indonesia
ASPT Average Score Per Taxon
AZE Alliance for Zero Extinction

B3 Bahan Berbahaya dan Beracun
Bakornas PBP Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
BAKOSURTANAL Badan Koordinasi Survei Pemetaan Nasional
Bapedalda Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah
BAQ Better Air Quality
BBG Bahan bakar gas
BBM Bahan bakar minyak
BKKH Balai Kliring Keanekaragaman Hayati
BKSDA Balai Konservasi Sumber Daya Alam
BMAL baku mutu air limbah
BMEU baku mutu emisi udara
BMG Badan Meteorologi dan Geofisika
BMUA Baku Mutu Udara Ambien
BOD Biochemical Oxygen Demand
BPLHD Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah
BPO Bahan Perusak Ozon
BPPT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

CAI-ASIA Clean Air Intiatives- ASIA
CDC Center for Disease Control
CEM Continous emission monitoring
CEPF Critical Ecosystem Patnership Fund
CFC Chlorofluorocarbon
CI Conservation International Indonesia
COD Chemical oxygen demand
CP Country Program
CPO Crude palm oil

DAK Dana Alokasi Khusus
DAS Daerah Aliran Sungai
Departemen ESDM Departemen Energi Sumber Daya Mineral
Dephut Departemen Kehutanan
DKP Departemen Kelautan dan Perikatan
DME Desa Mandiri Energi
DNS Debt for Nature Swap
DO Dissolved oxygen

EPA Environmental Protection Agency
EST Environmental Sustainable Transport

FAO Food and Agriculture Organization
FFI Fauna dan Flora International
FLEGT Forest Law Enforcement and Governance and Trade
FWI Forest Watch Indonesia

GDP Gross domestic product
GEF Global Environment Facility
Gerhan Gerakan rehabilitasi hutan dan lahan
GNRHL Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan
GRK Gas rumah kaca

HCU Hidro Cracking Unit
HOB Heart of Borneo
HPH Hak Penguasaan Hutan

IBSAP Strategi dan rencana aksi keanekaragaman hayati Indonesia
IAEA International Atomic Energy Agency
IOSEA Indian Ocean and the South East Asia
IPAL Instalasi Pengolah Air Limbah
IPCC Intergovernmental Panel on Climate Change
ISPU Indeks Status Pencemaran Udara
ITCZ Intertropical Convergence Zone

KBA Key Biodiversity Areas
KIM Kampanye Indonesia Menanam
KKH Konvensi Keanekaragaman Hayati
KLB Kejadian Luar Biasa
KKLD Kawasan Konservasi Laut Daerah
KLH Kementerian Negara Lingkungan Hidup
KMA Kriteria Mutu Air
KNLH Kementerian Negara Lingkungan Hidup
KPBB Komite Penghapusan Bensin Bertimbal

LEI Lembaga Ekolabel Indonesia
LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
LLSG London Laboratory Services Group
LNG Liquid natural gas
LPG Liquid petroleum gas

NSAP National Strategy and Action Plan

OCS Organoklorin
OHL Operasi Hutan Lestari
OTEC Ocean Thermal Energy Conversion

P2O Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi
PDAM Perusahaan Daerah Air Minum
PEM Pertambangan Energi dan Migas
Peti pertambangan tanpa izin
PHAPL Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari
PHKA Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
PHLN pinjaman hibah luar negeri
PILI Pusat Informasi Limbah Indonesia
PIPP Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan
PKB Pengujian Kendaraan Bermotor
PKHS Program Konservasi Harimau Sumatera
PKPPB Perjanjian Karya dan Pengusahaan Pertambangan Batu Bara
PLTD Pembangkit listrik tenaga disel
PLTS Pembangkit listrik tenaga surya
PLTU Pembangkit listrik tenaga uap
Polhut Polisi Kehutanan
POPs Persistent Organic Polutant
PPA Pengendalian Pencemaran Air
PPI Pelabuhan Pendaratan Ikan
PPN Pelabuhan Perikanan Nusantara
PPNS Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil
PPP Purchase Power Parity
PPP Pelabuhan Perikanan Pantai
PPS Pelabuhan Perikanan Samudera
PPU Pengendalian Pencemaran Udara
Prokasih Program Kali Bersih
Proper Program Peringkat
PSI Pollutant Standart Index
PTNBR Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri
PTWI Provisional Tolerable Weekly Intake
Pusarpedal Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan

RAPPAM Rapid Assesment on Protected Area Management
RENJA Rencana Kerja
Renstra Rencana Strategis
RKP Rencana Kerja Pemerintah
RPJMN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
RPPK Revitalisasi Pertanian Perikanan dan Kehutanan
RTH Ruang Terbuka Hijau
RTRW Rencana Tata Ruang Wilayah
RUU Rancangan Undang Undang

SDG sumber daya genetik
SDM sumber daya manusia
SEAMEO BIOTROP Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology
SLHI Status Lingkungan Hidup Indonesia
SPCZ South Pacific Convergence Zone
SPORC Satuan Polhut Reaksi Cepat
SRM Standard Reference Material
SUPERKASIH Surat Pernyataan Program Kali Bersih

TBC BTA TBC Basil Tahan Asam
TBS Tandan Buah Segar
TDL Tarif Dasar Listrik
TN Taman Nasional
TNBT Taman Nasional Bukit Tigapuluh
TNTN Taman Nasional Tesso Nilo
TOMS Total Ozone Mapping Spectrometer
TP4L Tim Pengendalian dan Pengawasan Pengusahaan Pasir Laut
TPA Tempat Pembuangan Akhir
TSP Total Suspended Particulate

UAQ-i Urban Air Quality Improvement
UMK Usaha Mikro dan Kecil
UNDP United Nation Development Program
UNEP United Nations Environmental Program
UNIDO United Nations Industrial Development Organization
USGS United States Geological Survey
UU Undang-undang
UV Ultraviolet

Walhi Wahana Lingkungan Hidup
WPL Warga Peduli Lingkungan
WRI World Resource Institute
WTN Wahana Tata Nugraha
WWF World Wild Fund for Nature

ZEE Zona Ekonomi Eksklusif

Download halaman ini


 
 
 

Link Exchange Code

Powered by FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Photobucket
CopyPaste script
dibawah ini ke blog
sobat. Saya akan
LinkBack kembali.

 
Copyright © Jalan Setapak